Diet Tinggi Protein Mampu Turunkan Berat 10 Kg dengan cepat




       Diet untuk menurunkan berat badan identik dengan menahan rasa lapar. Namun, berbeda halnya dengan diet protein. Diet ini justru merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi menu diet yang nikmat dan memberi rasa kenyang lebih lama. Bila dilakukan dengan benar diet ini dapat menurunkan berat badan Anda secara optimal.

    Diet tinggi protein dilakukan dengan mengonsumsi protein harian minimal 1, 5 gram per kilo dari berat badan atau 30-40 persen dari total kalori zat gizi makro yang dianjurkan. Jika dalam sehari seseorang membutuhkan 1800 kalori maka selama diet dianjurkan untuk mengonsumsi protein sekitar 45 sampai 218 gram per hari.
        Dari hasil penelitian di Skotlandia diketahui bahwa diet tingggi protein yang dilakukan selama 8-12 minggu mampu menurunkan berat badan sebanyak 6,5 kg sampai 10 kg. Lemak menurun dari 36, 7 persen menjadi 34 persen. Lingkar pinggang pun menyusut mulai dari 6 cm hingga 9, 4 cm. Hasilnya akan lebih baik bila diet tinggi protein dibarengi dengan diet tinggi serat dan aktivitas fisik secara rutin.
          Selama menjalankan diet ini seseorang akan memperbanyak konsumsi protein, terutama hewani serta mengurangi konsumsi karbohidrat. Dengan begitu, tubuh akan dipaksa membakar timbunan lemak lalu diubah menjadi energi sehingga berat badan pun dapat menurun dengan cepat. Anda juga akan merasa kenyang kbih lama karena gula darah stabil sepanajng hari.
            Namun sayangnya, konsumsi tinggi protein namun rendah kadar karbohidrat dan serat dapat mengganggu kerja dan fungsi organ tubuh lainnya. Kerja ginjal akan lebih berat akibat meningkatnya sisa metabolisme protein sehingga dapat berisiko menyebabkan batu ginjal.
 
        Selain itu, Kurangnya serat bisa menyebabkan usus menimbun banyak lemak, tulang kehilangan kalsium dan tubuh mengalami dehidrasi karena tingginya kadar protein dalam tubuh. Tak heran bila, seseorang yang menjalani diet ini memiliki tubuh ideal tapi ginjalnya rusak sehingga sering melakukan cuci darah.
Diet tinggi protein sebenarnya tidak dapat dilakukan oleh semua orang dengan berbagai usia. Hanya orang dewasa dengan kondisi tubuh yang sehat dan fungsi ginjal normal saja bisa menerapkan diet ini.
       Perlu diketahui bahwa diet tinggi protein bukan berarti mengganti karbohidrat dengan protein. Diet ini meningkatkan konsumsi protein yang normalnya berkisar 10-20 persen menjadi 30-40 persen. Bila dilakukan dengan benar maka diet ini akan berdampak positif pada tubuh, seperti normalnya kadar gula dalam darah, lemak darah, hormon insulin, status zat besi dan vitamin B12.
Diet protei yang benar adalah dengan memasukan gizi lengkap dan seimbang dengan jumlah proporsi yang tepat antara 50 persen karbohidrat, 20 persen lemak, dan 30-40 persen protein.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment